Mayoritas masyarakat yang ingin hilangkan rasa sakit atau nyeri pada organ tubuhnya adalah mengkonsumsi obat-obatan. Sayangnya, langkah ini, jika berkepanjangan akan menyebabkan rentetan kerusakan pada organ tubuh lainnya.
“Pemakaian obat obatan anti nyeri dalam waktu lama akan menyebabkan Komplikasi Ginjal, lambung, liver, kecanduan dan tulang keropos” ujar dokter Spesialis Anestesi RSI Sultan Agung, Said Shofwan dalam sesi penyuluhan bersama karyawan purna PT Phapros Tbk Semarang Indonesia belum lama ini.
Dikatakan, Said, nyeri merupakan sebuah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan potensial atau aktual.
Said menyoroti, di kalangan usia 65 tahun, 1 dari 5 orang mengalami nyeri dan sebanyak 18 persen mengkonsumsi obat-obatan pereda nyeri.
“Penyakit sendi degeneratif , sindrom pasca stroke , rheumatoid arthritis merupakan beberapa penyakit yang sering dialami oleh kalangan lansia” paparnya.
Karena resiko rutin mengkonsumsi obat begitu besar, dr Said menawarkan metode terkini untuk penghilang rasa nyeri.
Untuk metode terkini penanganan nyeri, ada intervensi yang dilakukan dengan memblokade nyeri di salah satu titik. Blokade itu dilakukan dengan menyuntikkan obat anti peradangan dan penghilang rasa sakit pada titik nyeri. Sebelumnya, lanjut dr Said adalah menentukan lokasi nyeri secara akurat.
“Metode blokade rasa sakit di lokasi tertentu adalah metode yang efektif, efisien dan tidak menakutkan” katanya.