Home Artikel Kesehatan TIPS PEMBERIAN MAKANAN UNTUK PERTUMBUHAN GIGI YANG SEHAT DAN KUAT PADA BALITA
TIPS PEMBERIAN MAKANAN UNTUK PERTUMBUHAN GIGI YANG SEHAT DAN KUAT PADA BALITA PDF Print
Thursday, 20 November 2008 14:17

Banyak diantara kita yang karena kesibukan sehari-hari atau hal lain, sering melupakan kesehatan tubuh terutama kesehatan gigi. Sudah bukan hal aneh kalau kita berobat ke dokter gigi, ketika ada keluhan saja, misalnya waktu gigi berdenyut, bengkak, tidak bisa buka mulut dan lain-lain. Sekarang ini banyak dijumpai makanan yang manis-manis dan lunak dengan kemasan dan iklan yang sangat menarik, yang kalau terlalu berlebihan dan kurang tepat melakukan perawatannya, sering menimbulkan kerusakan pada gigi, misalnya gigi berlubang, dan lain-lain.

Ada beberapa pertanyaan yang sering tidak terjawabkan oleh karena kesibukan tadi, dan kurang nya informasi dikalangan masyarakat kita, diantaranya:

  1. Mengapa kita tidak boleh mengabaikan kesehatan gigi.
  2. Makanan apa sajakah yang baik buat kesehatan gigi balita
  3. Kapan sebaiknya perawatan gigi itu di mulai.
  4. Kapan saat yang tepat kita berobat ke dokter gigi.
  5. Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya Kesehatan gigi tidak boleh di abaikan.

Ada beberapa orang tua dan masyarakat umum berpendapat bahwa perawatan gigi, khususnya pada anak-anak tidak terlalu penting, sehingga bisa diabaikan, karena toh akan digantikan oleh gigi tetap nantinya. Pendapat ini tidaklah tepat karena walaupun gigi anak-anak ini gigi ‘sementara’ tetap harus dijaga kebersihan dan kesehatannya. Hal ini penting, mengingat fungsi dari gigi tersebut adalah sebagai berikut : Untuk bicara , makan. penjaga ruangan dan mempertahankan lengkung rahang sehingga gigi tetap akan mendapat tempat yang cukup pada saat tumbuh.

Gigi sehat dan enak dilihat akan menambah rasa percaya diri pada anak. Hal ini penting tertanam sejak usia dini. Kapan perawatan gigi anak itu dimulai? Perawatan gigi anak dimulai sedini mungkin, sejak masih dalam kandungan. Karena pembentukan gigi susu, sebetulnya di mulai sejak janin berusia 6-8 minggu dalam kandungan. Sehingga jika terdapat gangguan kehamilan pada masa pembentukan gigi susu dapat mengakibatkan terjadinya kelainan pada gigi.

Kualitas gigi anak ditentukan oleh banyak faktor, terutama asupan gizi selama masa pembentukan dan pertumbuhan gigi. Pertumbuhan gigi pada janin tentunya juga dipengaruhi oleh asupan gizi ibu hamil. Kekurangan gizi selama kehamilan akan mengganggu pertumbuhan gigi janin dan juga dapat mengakibatkan kelainan pada gigi. Setelah anak lahir, asupan gizi yang cukup tetap diperlukan untuk pertumbuhan gigi anak. Pada saat itu masih berlangsung pembentukan gigi tetap yang akan muncul setelah gigi susu tanggal, kira-kira pada usia 5 – 6 tahun. Pertumbuhan gigi pada anak. Gigi bayi mulai tumbuh antara usia 6 – 24 bulan. Masa pertumbuhan gigi pada anak, tidak lah sama. Kadang-kadang bisa lebih awal atau malah terlambat. Biasanya dimulai dari gigi depan bawah kemudian gigi depan atas. Tumbuhnya gigi ini bisa menyakitkan dan menimbulkan stress pada bayi. Tapi ada beberapa bayi tidak mengalami keluhan ini.

  1. Gejala Tumbuh Gigi
  2. Gusi membengkak dan lunak
  3. Air ludah berlebihan
  4. Pipi merah dan hangat
  5. Gelisah, rewel, selera makan berkurang
  6. Menggigit dan menggerogoti benda-benda yang di temuinya.

Penanggulangan

Berikan benda-benda keras untuk di gigit-gigit, seperti mainan dari karet. Benda ini dapat membantu mengatasi rasa tidak nyaman pada gusi , juga merangsang pertumbuhan gigi dan rahang, karena adanya aktifitas kerja otot sekitar rahang.

  1. Beri biskuit khusus untuk bayi.
  2. Berikan pijatan dan rabaan dengan jari bersih atau sendok yang didinginkan pada gusinya.

Bawa ke dokter gigi untuk dilakukan pemeriksaan dan diberikan obat penghilang rasa sakit yang biasanya berbentuk jeli yang di oleskan pada gusi. Amankah Pemakaian Dot? Mengisap merupakan suatu tindakan yang alami bagi bayi, karena tindakan inilah yang bisa dilakukan bayi untuk makan. Banyak orang tua khawatir akan perkembangan gigi dan rahangnya bila bayi mengisap ibu jari atau dot, sehingga kadang-kadang memarahinya. Sebetulnya mengisap ibu jari ini atau pemakaian dot merupakan hal yang wajar dan kebanyakan bayi melakukannya jauh sebelum terjadi kerusakan pada gigi dan tulang rahangnya. Dan menurut penelitian di sebutkan bahwa semasa bayi di dalam kandungan, sudah mengisap ibu jari. Mengisap ibu jari atau dot ini akan menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi bayi. Dan orang tua tidak perlu khawatir akan hal ini. Kebiasaan ini akan menimbulkan masalah, jika berlanjut hingga gigi tetap tumbuh karena akan mengganggu perkembangan tulang rahang dan giginya.

Manfaat Pemakaian Dot

Pemberian dot kadang perlu waktu bayi istirahat atau tidur, dimana setelah diberi makan dia masih ingin mengisap.

Jika anda menemukan bayi mengisap ibu jari selama 3 bulan pertama, cobalah untuk mengganti dengan dot. Karena dot ini merupakan alternative pengganti terbaik dari mengisap ibu jari, karena jika suatu saat kebiasaan ini berhenti, anda tinggal membuangnya.

  1. Periksalah dot ini, jika lengket, pecah atau robek, segeralah dibuang, dan ganti dengan yang baru, untuk menghindari tertelan.
  2. Pada saat bayi mulai belajar berjalan, batasi pemakaian dot ini, hanya jika si bayi rewel saja dan perlu kenyamanan. Pemakaian yang telalu sering pada saat ini, akan menghambat perkembangan bicaranya.
  3. Bersihkan dot ini setiap akan di pakai, seperti halnya pemakaian botol.
  4. Jangan mengikatkan dot ini di leher bayi, untuk menghindari kemungkinan tercekik.
  5. Jangan pernah mencelupkan dot kedalam madu atau bahan makanan yang manis lainnya, karena hal ini akan menyebabkan lubang pada gigi.

Kapan orang tua harus mulai merawat gigi anak? Sejak gigi susu pertama muncul, perawatan gigi harus sudah dimulai. Pertama-tama dengan mebiasakan bayi mau di bersihkan giginya.

  1. Bersihkan gigi dan gusi setiap selesai makan, bisa menggunakan waslap basah.
  2. Sikat gigi mereka dengan memakai sikat gigi khusus untuk anak-anak , sejak pertama tumbuh gigi kemudian dilanjutkan dengan pijatan pada gusinya.
  3. Gunakan benang gigi, jika gigi sudah berkontak dengan gigi sebelahnya, untuk membantu membersihkan sela gigi.
  4. Periksalah permukaan luar dan dalam gigi untuk mengetahui ada/ tidaknya gigi berlubang/ caries.
  5. Kurangi konsumsi gula/ makanan yang mengandung gula.
  6. Jangan beri susu dari botol sampai anak tertidur.

Jika menemukan adanya masalah pada giginya, segera bawa ke dokter gigi untuk di periksa. Pentingnya Menyikat gigi Mengapa kita harus menanamkan kebiasaan menyikat gigi pada anak sedini mungkin, karena : Akan meningkatkan kebiasaan menjaga kesehatan rongga mulutnya yang akan berlangsung seumur hidup. Gigi berlubang pada anak-anak gampang terjadi dibandingkan pada gigi dewasa. Dengan menyikat gigi, akan melepaskan plak penyebab lubang pada gigi.

Cara Menyikat Gigi Anak

  1. Setiap hari plak terkumpul pada permukanan dalam dan luar gigi serta permukaan kunyah.
  2. Menyikat gigi merupakan cara yang efektif untuk melepaskan plak ini.
  3. Pilih sikat gigi yang halus dan berukuran kecil
  4. Koordinasi tangan anak biasanya belum sempurna, butuh pertolongan anda, bantulah.
  5. Jika bulu sikat gigi sudah mengembang, gantilah dengan yang baru
  6. Mulai perkenalkan dengan benang gigi, saat gigi sudah bersentuhan dengan gigi sebelahnya

Cara melatih anak menyikat gigi sendiri Kunci utama adalah, buatlah suasana menyenangkan tanpa paksaan dan tekanan.

  1. Biarkanlah mereka menyikat gigi anda.
  2. Berilah dia boneka yang ada giginya dan biarkan dia menyikat gigi boneka tersebut.
  3. Pakai pasta gigi sedikit saja, karena kalau kebanyakan, akan menimbulkan buih yang banyak, yang akan menyulitkan menyikat gigi.
  4. Ajarkan cara meludahkan buih pasta gigi. Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi Dianjurkan untuk membawa anak diperiksakan giginya ke dokter gigi pada saat ulang tahun pertamanya, tapi kadang diperlukan lebih awal, kalo dirasa ada masalah. Bayi bisa mengalami caries segera setelah gigi tumbuh, yang akan mengganggu makan, tidur dan kadang sangat menyakitkan. Seorang doker gigi akan lebih senang memeriksa gigi anak di usia dini sebelum timbul masalah yang lebih parah lagi. Persiapan yang perlu dilakukan sebelum berkunjung ke dokter gigi Cari informasi tentang dokter gigi yang sabar, pengertian dan senang ngajak ngobrol anak. Atau anda bisa ke dokter spesialis dokter gigi anak/ Pedodontist.
  5. Bawa anak anda saat anda atau temen anda berobat gigi.
  6. Perkenalkan dia ke staf di tempat praktek gigi.
  7. Jangan biarkan anak anda mengetahui kecemasan atau rasa takut yang anda alami saat berkunjung ke dokter gigi,terutama jika anda membicarakannya dengan teman anda tentang sakit, nyeri, jarum suntik, bor dan lain-lain. * Anak andapun akan meniru apa yang anda rasakan.Saat anda akan mengajaknya ke dokter gigi, jelaskan apa yang akan terjadi, dengan kata-kata seperti, “nanti dokter giginya akan melihat gigimu atau dokter gigi nanti akan menghitung gigimu.”
  8. Jangan sekali-sekali bilang, “ga sakit , kok” atau “ jangan takut!”Jadikan kunjungan ke dokter gigi ini suatu hal yang menyenangkan dan jadwakan untuk berkunjung tiap 6 bulan sekali.
 

Kasih Komentar

Security code
Refresh