Home Artikel Kesehatan HIDUNG KITA, RENTAN JALAN MASUK INFEKSI (2-HABIS)
HIDUNG KITA, RENTAN JALAN MASUK INFEKSI (2-HABIS) PDF Print
Tuesday, 04 January 2011 08:01

Dalam tulisan kedua ini akan dilanjutkan beberapa keluhan atau gangguan penyakit yang menimpa hidung. Beberapa gangguan itu antara lain adalah radang sinus, rinofima, hilangnya daya penciuman dan Hay Fever. Apa saja itu, bagaimana perawatannya ? Insya Allah akan disajikan pada edisi kedua masih dalam tulisan ini.

Seperti janji saya di edisi pertama, maka di tulisan kedua saya akan berbagi informasi mengenai beberapa keluhan penyakit hidung lain seperti radang sinus, rinofima, hilangnya daya penciuman dan hay fever. Dimulai dari pertama, yaitu radang sinus. Radang sinus adalah penyakit pada hidung yang biasanya ditandai dengan adanya rasa sakit pada pipi, sinus bila ditekan. Sinus sendiri adalah rongga-rongga dalam tulang yang berada di sekitar hidung. Sebelum beranjak ke tulisan berikutnya, perlu anda ketahui bahwa ada 4 pasang sinus, sinur frontalis (di daerah dahi), etmoideus (diantara kedua mata), sfenoideus (di belakang hidung) dan terakhir adalah maksilaris (dalam tulang pipi).

Bila dirunut, penyebab sinusitis adalah adanya infeksi pada beberapa rongga sinus. Infeksi ini bisa berasal dari bakteri, virus maupun jamur. Lalu darimana asalnya bakteri atau kuman ini ? Kuman-kuman yang biasanya berasal dari tubuh kadang-kadang mendapat jalan ke sinus kecil-kecil atau ruangan di kedua tepi saluran hidung. Sinus dan hidung dilapisi membrana mukosa yang menyatu. Konsekuensinya bila di dalam hidung terdapat bakteri, virus atau terjadi pembengkakan entah karena pilek, hidung tersumbat maka akan terjadi pembengkakan yang menimbulkan rasa sakit dan tekanan.

Secara umum, sinusitis akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi dengan syarat, harus disertai dengan perawatan yang teratur kepada dokter spesialis THT. Selain perawatan, banyak juga penderita sinusitis yang menggunakan obat semprot yang berfungsi untuk menurunkan pembengkakan pada selaput-selaput hidung. Obat jenis ini juga memberikan kesempatan bagi lendir untuk keluar. Tidak semua orang yang menderita radang sinusitis bisa secara bebas menggunakan jenis obat ini. Melainkan diharuskan menggunakan saran atau petunjuk dari dokter.

Sedangkan rinofima adalah gangguan kulit yang dinamakan rosasea. Rosasea ini mengenai lapisan atas kulit (epitel) hidung bagian luar. Ciri yang mudah ditemui adalah kulit hidung akan menebal sehingga hidung membesar dan mengembung. Secara garis besar, belum diketahui apa penyebab pasti dari rinofima ini, namun dari berbagai literatur, ada yang menyebutkan bila pembengkakan kulit di daerah hidung akibat dari konsumsi alkohol. Namun, pendapat ini dimentahkan, karena banyak orang yang mengkonsumsi alkohol atau tidak, mempunyai kesempatan yang sama untuk terkena rifoma.

Tidak ada cara lain untuk merawat rifoma kecuali dengan melakukan pembedahan. Dokter spesialis bedah akan membuang kelebihan jaringan pada bagian luar hidung dengan cara melakukan operasi atau laser. Jika sembuh biasanya hidung akan kembali menjadi normal.

Kerusakan hidung lain selain radang sinus dan rinofima adalah hilangnya daya penciuman. Bisakah ? Jawabannya Ya. Namun yang dimaksudnya bukan langsung hilang secara mendadak daya penciuman kita, akan tetapi, menurunnnya kemampuan mencium bau. Penyebabnya ? Tidak jelas. Akan tetapi banyak yang menyebutkan, hilangnya daya cium (anosmia) dikarenakan serabut saraf halus dalam hidung yang diteruskan ke daerah otak yang berhubungan dengan bau.

Disamping itu, anosmia juga ditengarai disebabkan oleh kerusakan dibagian olfaktorius atau serabut saraf. Kerusakan ini disebabkan oleh infeksi virus, alergi atau infeksi hidung kronis, cedera kepala, pembedahan hidung dan tumor. Orang yang kehilangan daya penciuman juga sebaiknya tidak terlalu khawatir. Karena masih bisa membedakan rasa asin, pahit, manis, asam atau pahit yang dirasakan lidah, Hanya saja, mereka akan kesulitan bila diharuskan membedakan rasa yang membutuhkan indra pengecap dan penciuman sekaligus.

Secara umum, penderita anosmia tidak terlalu bahaya, hanya saja bagi sebagian orang akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Para dokter yang mendiagnosa anosmia biasanya akan menggunakan CT Scan dan MRI untuk melihat kalau-kalau ada tanda tumor. Gunanya untuk medeteksi apakah ada gangguan polip, tumor, atau tanda-tanda cedera kepala. Karena daya ciumnya menjadi lemah, sebaiknya rumah penderita anosmia dipasangi alat pendeteksi asap (zmoke detector)., karena bila sampai terjadi kebakaran, bau asapnya tidak akan tercium.

Terakhir, dalam tulisan ini akan diterangkan gangguan yang sering terjadi pada hidung. Penyakit ini disebabkan oleh sesuatu jenis jamur atau serbuk di udara. Serbuk dari pohon , rumput, bunga banyak sekali beterbangan di udara. Nah bagi orang yang allergen dengan serbuk-serbuk tersebut, maka akan mendatangkan malapetaka.

Orang yang terkena Hay Fever biasanya ditandai dengan gatal-gatal hebat di hidung, langit-langit dan kerongkongan. Ciril lainnya adalah tergenangnya air mata di daerah mata, bersin-bersi, gata-gatal, sakit kepala, perasaan mudah tersinggung, tidak dapat tidur dan gangguan pada lambung. Gatal-gatal di kulit juga seringkali menyertai penerita Hay Fever.

Orang yang allergi dengan bahan-bahan tadi, sebaiknya menghindari sejauh mungkin. Bila memang sudah sampai pada gejala diatas, maka sebaiknya pergi ke dokter spesialis terdekat. Kemungkinannya dokter tadi akan memberikan beebrapa obat seperti tetes dan semprot. Kedua jenis obat ini akan memberikan fungsi sebagai pembersih saluran hidung dan menjauhkan perasaan gatal.

Terpenting bagi kita adalah tidak menganggap sepele dari penyakit hidung ini. Memang, beberapa penyakit ini dapat disembuhkan. Tetapi bila kita menganggap enteng, bukan tidak mungkin akan terjadi komplikasi yang menimpa organ tubuh lain.