Home Artikel Kesehatan PENGOBATAN BATU GINJAL TANPA OPERASI
PENGOBATAN BATU GINJAL TANPA OPERASI PDF Print
Monday, 20 October 2008 07:24

Ditulis oleh Prof Dr dr H Rifki Muslim SpB,SpU 

Direktur RSI Sultan Agung Semarang 

Mendengar batu ginjal terbayang suatu penyakit yang sangat menakutkan sebab selain bisa terasa sangat sakit, juga bisa berakhir dengan kondisi yang sangat menyedihkan yaitu terjadinya gagal ginjal yang merupakan keadaan dimana ginjal rusak sama sekali sehingga tidak bisa memproduksi air kencing. Pada orang yang mengalami gagal ginjal gejalanya macam-macam , tetapi biasanya penderita tidak bisa kencing (kandung kencing kosong), bengkak pada wajah, perut, alat kelamin maupun tungkai. Sering juga disertai sesak nafas dan nafas pendek. Kalau tidak segera dicuci darah yang merupakan pengobatan satu-satunya penderita bisa segera meninggal.

Terjadinya batu ginjal :

 

Secara garis besar terjadinya batu ginjal disebabkan oleh :

1. Makanan dan minuman tertentu

2. Infeksi

3. Pengeluaran air kencing tidak lancar

4. Kelainan bawaan dari lahir

 

Pengaruh makanan dan minuman pada pembentukan batu ginjal :

Makanan yang mengandung kadar kapur (kalsium) tinggi bisa berbahaya menaikkan kadar kalsium dalam darah dan air kencing sehingga kadarnya melebihi ambang batas aman dengan akibat terbentuk kristal batu. Bila kristal batu terbentuk dalam jumlah banyak dan saling menempel akan menjadi batu ginjal. Bahan makanan yang paling berbahaya untuk terbentuknya batu ginjal terutama lemak dan protein hewani, mengkonsumsi terlalu banyak protein hewani seperti telur dan daging ayam, sapi, kambing dll akan menimbulkan kenaikan kadar kalsium (kapur) dalam darah dan air kencing dengan akibat terbentuk kristal batu dan batu ginjal. Hal ini disebabkan bahan makanan tersebut diatas pada pemecahannya dalam tubuh akan menghasilkan kalsium dan asam urat serta menurunkan pH ( derajat keasamaan) air kencing sehingga sangat kondusif untuk terjadinya batu ginjal. Diantara protein hewani yang relatif paling aman yaitu ikan baik ikan laut maupun ikan air tawar, karena kadar kalsiumnya tidak terlalu tinggi dan tidak banyak mengubah pH air kencing. Sayur dan buah buahan banyak juga yang mengandung kadar kalsium tinggi, tetapi tidak begitu berbahaya karena di dalam sayur maupun buah terkandung serat/ fiber yang justru melindungi tubuh dari pembentukan batu ginjal.

Itulah sebabnya pada orang yang vegetarian (tidak makan bahan makanan dari hewan) jarang menderita batu ginjal, selain serat yang baik tadi ternyata sebagian besar sayur dan buah justru menaikkan pH air kencing sehingga lebih bersifat basa dan hal ini penting untuk mencegah terjadinya sebagian besar jenis batu ginjal. Minuman dapat menimbulkan batu ginjal, misalnya air minum yang kadar kapur (kalsium) nya terlalu tinggi dapat menaikkan kadar kalsium air kencing sehingga mudah terbentuk batu ginjal. Air minum dari PDAM sudah dibuat dengan standar kadar kalsium yang aman sehingga aman dikonsumsi, tetapi air dari sumur, sumber alami ataupun artesis perlu diperiksa kandungan kalsiumnya sebelum bebas dikonsumsi.

Beberapa jenis minuman /jus buah pada penelitian meningkatkan kemungkinan terjadinya batu seperti jus anggur, jus apel, jus tomat, soft drink dan minuman berakohol. Sedangkan beberapa jenis minuman lain justru baik karena mencegah atau mengurangi kemungkinan timbul batu ginjal seperti kopi, teh, susu murni, air putih dan jus jeruk. Khusus jus jeruk (semua jenis jeruk) mengandung asam sitrat yang penting sekali untuk mencegah timbul batu ginjal. Susu sapi murni juga mengandung kalsium yang tidak terlalu tinggi sehingga baik dikonsumsi tetapi susu tinggi kalsium pada penelitian justru dapat menaikkan kadar kalsium air kencing sehingga memicu terjadinya batu ginjal. Selain itu hampir semua jenis buah akan menaikkan kadar kalsium air kencing , sehingga memicu terjadinya batu ginjal. Selain itu hampir semua jenis buah akan menaikkan keasaman (pH) air kencing sehingga dapat mencegah timbul sebagian besar batu ginjal. Dianjurkan minum air putih sedikitnya 2 liter sehari untuk mencegah timbul batu ginjal, atau lebih tepat air kencing yang dihasilkan minimal 2 liter dalam 24 jam, bila air kencingnya kurang dari 2 liter berarti air minumnya kurang .

 

Infeksi dan batu ginjal

Infeksi dari ginjal bisa berasal dari infeksi di tempat lain dari tubuh dimana kuman /bakterinya dibawa ke ginjal lewat darah, tetapi dapat juga berasal dari infeksi saluran kencing yang naik ke ginjal. Infeksi kuman tertentu terutama kuman penghasil enzim pemecah urea akan menimbulkan batu jenis tertentu yang disebut batu infeksi (struvit). Ada suatu teori terbaru timbulnya batu kalsium karena infeksi kuman yang sangat kecil (sedikit lebih besar dari VIRUS) yang disebut nano bakteria. Infeksi dari nanobakteria akan memicu terbentuknya batu kalsium yang merupakan jenis batu terbanyak.

 

Aliran air kencing yang tidak lancar
Adanya hambatan terhadap aliran air kencing menyebabkan air kencing mengalami statis (tergenang) sehingga terjadi pengendapan kristal batu yang berakibat terbentuknya batu ginjal. Hambatan ini bisa karena misalnya saluran ginjal maupun saluran air kencing yang sempit, terhambat tumor, prostat dll.

 

Terbentuknya batu karena kelainan bawaan (penyakit keturunan)

Berbagai kelainan bawaaan misalnya terlalu aktifnya usus menyerap kalsium dari makanan/minuman dapat menimbulkan batu ginjal walau makanan/minumannya tidak banyak mengandung kalsium. Kelainan bawaan lain seperti kadar hormon dan enzim dalam tubuh yang tidak normal yang bisa diturunkan oleh orang tuanya dapat menyebabkan kadar kalsium dalam air kencing selalu tinggi sehingga memudahkan terbentuknya batu ginjal. Kelainan bawaan/penyakit keturunan untuk timbulnya batu ginjal mempunyai andil sekitar 25 % untuk timbulnya batu ginjal.

 

Cara menegakkan diagnosa batu ginjal

Untuk mengetahui seseorang menderita batu ginjal atau tidak selain diketahui gejala/keluhan yang terjadi dan pemeriksaan fisik penderita dan laboratorium perlu dilakukan pemeriksaan dasar USG (Ultra Sonografi) atau foto rontgent (FPA/UIV = Foto Polos Abdomen dan Urografi Intravena)

 

Macam-macam pengobatan

Bila batu ginjal kecil (kurang dari 0.5 cm) biasanya batu ginjal bisa keluar sendiri, cukup dengan minum banyak, minimal 3 liter air sehari, tanpa perlu obat atau jamu apapun. Bila batu ginjal tidak terlihat dengan foto rontgent dan hanya bisa dideteksi dengan USG disebut batu Radiolusen, pengobatan untuk menghacurkan batu dengan menaikkan keasaman (pH) air kencing dengan pemberian natrium bikarbonat tablet yang sangat murah harganya dan banyak tersedia sampai di Puskesmas. Bila batunya terlihat dengan foto rontgent dan lebih dari 5 mm maka sampai sekarang belum ada obat ataupun jamu tradisional yang dapat menghancurkannya baik ramuan dari Negara kita maupun dari Negara lain. Oleh karena itu pada batu ginjal tersebut perlu dilakukan tindakan operasi atau dihancurkan dengan tembakan.

Operasi batu ginjal sampai sekarang masih merupakan prosedur standar dibanyak rumah sakit, tentu dengan segala resikonya baik resiko operasinya maupun resiko pembiusannya. Penembakan batu ginjal dengan cara lama yaitu penderita dibius umum dan dalam posisi telungkup dibuat lubang di pinggang bagian belakang selebar 1 cm dan dimasukkan alat pemecah batu dari lubang tersebut atau bisa juga alat dimasukkan melalui lubang kencing bila batunya berada di saluran ginjal. Penembakan yang lebih baru dan sekarang menjadi pengobatan standar diseluruh dunia yaitu dengan ESWL. Di seluruh dunia lebih dari 70 % batu dipecahkan dengan cara ini dan hanya sedikit yang perlu dioperasi atau dengan dibuat lubang dipinggang bagian belakang.

 

Salah seorang yang sedang dilakukan tindakan ESWL

Penembakan batu dengan ESWL

ESWL (Extracorporeal Shock Wave Litrotripsi) merupakan alat yang menghasilkan gelombang kejut yang dihasilkan oleh generator khusus. Penderita batu ginjal ditidurkan terlentang pada meja khusus dan pada pinggang ditempelkan alat yang menghantarkan gelombang kejut tersebut. Dengan pertolongan sinar rontgent atau USG gelombat kejut tadi difokuskan dengan cermin cekung khusus dan fokusnya dipaskan ke batu ginjal, kemudian generator dihidupkan dan batu akan pecah menjadi seperti pasir yang akan keluar bersama air kencing pada hari hari berikutnya. Pengobatan dengan ESWL tidak perlu bius dan tidak perlu mondok, sehingga penderita bisa pulang dan bekerja normal lagi hari itu juga karena tidak sakit. Untuk rumah sakit di Jawa Tengah dan DIY yang ada alat ESWL saat ini hanya di RSI Sultan Agung Semarang yang siap membantu para penderita batu ginjal . Walaupun termasuk ESWL generasi mutakhir tetapi dengan biaya khas Jawa Tengah yang sangat terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline RSI Sultan Agung Semarang (024)70412424