Home Berita News Manajemen dengan filosofi "bebek berenang di kolam"
Manajemen dengan filosofi "bebek berenang di kolam" PDF Print
Tuesday, 11 September 2012 08:57

Image and video hosting by TinyPic

Apa yang Anda lihat saat bebek berenang di kolam ? Terlihat indah dan anggun bukan ? Tapi tahukah Anda apa yang terjadi di bawah kolam yang tidak terlihat ? Kaki sang bebek selalu bergerak agar keseimbangan tubuh tetap terjaga saat berenang. Kadang, suatu saat kedua kaki saling menendang agar gerakan tubuhnya tidak oleng diterjang gelombang kolam. Jurus yang dinamakan "bebek berenang" itulah salah satu cara yang diterapkan pihak manajemen RSI Sultan Agung kepada seluruh karyawan saat menangani pasien.

"Saat berhadapan pasien, semua petugas baik itu perawat, customer service, petugas keuangan harus terlihat sempurna, senyum dan ramah saat melayani pasien. Tidak boleh menampakkan perasaan kesal, cemberut ketika berhadapan pasien. Meskipun sedang terjadi perbedaan pendapat bahkan friksi antar bagian. Karena apa ? Karena pasien itu sudah dalam keadaan sakit, jika kita tidak dalam keadaan sempurna atau baik saat pelayanan, bisa-bisa pasien tadi tidak sembuh malahan tambah stress" ungkap dr Masyhudi, AM M.Kes saat menjadi narasumber dalam siaran interaktif di Smart FM, Rabu (5/9) lalu.

Selain filsofi itu, dalam siaran yang bertemakan "Manajemen Sumber Daya Insani" Direktur Utama RSI SA memberikan kiat lain tentang bagaimana manajemen Sumber Daya Insani di rumah sakit. Menurutnya, jangan pernah menganggap orang yang bekerja di rumah sakit itu sebagai sebuah mesin, namun sebagai manusia seutuhnya. Sehingga, pihak manajemen RSI Sultan Agung akan "memanusiakan manusia". "Itulah salah satu alasan kita memakai kata "insani" sebagai kata ganti karyawan di RSI Sultan Agung Semarang. Karena kata "Insan" lebih luas cakupannya" tambahnya.

Sebagai salah satu rumah sakit yang menerapkan prinsip-prinsip Islami, memang membawa konsekuensi menerapkan nilai-nilai Islam dalam mengelola karyawannya. Mulai dari perekrutan, sistem penggajian sampai dengan PHK. Ia mencontohkan, saat ini di RSI Sultan Agung ada kebijakan mewajibkan semua karyawan untuk bisa membaca Al Quran. Kebijakan lainnya adalah mewajibkan seluruh karyawan pria untuk sholat berjamaah saat dikumandangkan adzan.

Ketika ditanya bagaimana caranya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan karyawan sesuai bidangnya, dr Masyhudi mengatakan, tak ada cara lain selain mengikutkan mereka dalam pelatihan-pelatihan sehingga profesional di bidangnya.


Ia menilai, saat ini, kesejahteraan para karyawan RSI Sultan Agung bisa dikatakan sudah cukup baik daripada beberapa karyawan yang bekerja di perusahaan lain. Mengapa demikian ? karena kebijakan manajemen rumah sakit selalu berorientasi untuk kemajuan karyawan sendiri. Misalnya kebijakan kenaikan pangkat setiap dua tahun sekali, gaji yang disesuaikan dengan PNS sampai dengan asuransi. Namun demikian, dr Masyhudi menekankan bahwa keprofesionalan sumber daya insani akan berbanding lurus dengan kesejahteraan mereka.


Saat ini, isu yang sedang mengemuka adalah tentang patient safety atau keselamatan pasien. Maka dari itu, pihaknya selalu mendorong agar para perawat maupun sumber daya insani untuk senantiasa profesional saat bekerja.


 

Kasih Komentar

Security code
Refresh