|
|
|
Penanganan tepat untuk BBLR |
|
|
|
Monday, 06 February 2012 14:20 |
|

Anda perlu waspada bila bayi lahir dengan berat badan (bb) kurang dari 2500 gram atau yang dikenal dengan berat bayi lahir rendah (bblr) pasalnya bblr saat persalinan mempunyai resiko tidak bernafas, kekurangan zat gula, kedinginan dan dehidrasi. Mengapa bisa demikian ? BBLR dikarenankan dari prematuritas atau persalinan kurang bulan atau prematur atau juga disebabkan persalinan bayi kecil masa kehamilan.
Disamping itu, BBLR juga disebabkan dari faktor ibu yang mengandung. "Ibu yang mengalami anemia, kurang asupan makanan bergizi, perokok dan sering mengkonsumsi minuman beralkohol berpeluang besar anaknya mengalami BBLR" tutur Sona Sulistyo saat posyandu binaan di kelurahan Sembungharjo, Semarang (6/2). Sona adalah salah satu dokter co ass RSI Sultan Agung. Selain karena kebiasaan buruk itu, ibu yang mengalami penyakit kronis seperti TBC dan TORCH juga berpeluang melahirkan BBLR.
Tentu saja penanganan BBLR dengan bayi normal berbeda. Sona menyebutkan, ada beberapa hal yang berbeda penanganannya dengan bayi normal. Yakni bagaimana cara menghangatkan dan memberikan asupan ASI pada BBLR. Cara menghangatkan misalnya. "Untuk menghangatkan, selalu usahakan untuk kontak kulit dengan kulit dengan ibunya. Masih untuk cara menghangatkan, jangan mandikan sebelum enam jam setelah lahir. Bila perlu buatkan bayi kecil dengan berat kurang 2000 gram dengan pemberian lampu" sarannya.
|
|
Its Nice..... |
|
|
|
Thursday, 02 February 2012 14:59 |
|

"Its Nice" spontan kata bernada pujian tersebut terucap dari Ms Young Lee, salah seorang mahasiswa Purdue University of America. Dia berkata hal itu karena melihat taman dengan air mancur saat berada di balkon atas lantai 2 gedung B yang menghadap ke taman. Tampak Dia sangat mengagumi hijaunya taman yang ada di tengah halaman RSI Sultan Agung.
Sebelum datang ke RSI Sultan Agung Dia mengunjungi terlebih dahulu mendatangi Universitas Sultan Agung (Unissula). Dia berkunjung ke Unissula dan RSI Sultan Agung dalam rangka riset ilmiah sebelum melanjutkan pendidikan kedokteran di universitas yang sama. Perlu diketahui bila di Amerika, pendidikan kedokteran setara dengan S-2 atau program pasca sarjana.
|
|
Ancaman gangguan jiwa bagi sebuah masyarakat |
|
|
|
Thursday, 02 February 2012 11:00 |
|

Menurut laporan organisasi kesehatan dunia WHO pada tahun 2001, sekitar 450 juta orang telah menderita gangguan jiwa, sehingga menempatkan penyakit ini sebagai penyakit utama dunia. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis kejiwaan RSI Sultan Agung, dr. H. Ahmadi NH, SpKJ. Ditambahkan olehnya bahwa kondisi tersebut diperparah dengan hampir dua pertiga penderita gangguan jiwa tidak mencari bantuan profesional kesehatan yang dapat menanganinya.
“Hal ini terjadi karena cap buruk yang diberikan masyarakat terhadap gangguan jiwa. Belum lagi deskriminasi dalam memperlakukan mereka, serta kurang pedulianya masyarakat dalam pencegahan dan penanganan gangguan jiwa,” demikian ujar dokter Ahmadi.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, gangguan jiwa merupakan suatu ketidakberesan kesehatan dengan beberapa manifestasi psikologis atau bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, seperti gangguan biologis, genetik, psikososial, psikologis.
"Gangguan jiwa menunjukkan suatu keadaan tidak beres yang hakekatnya penyimpangan dari suatu konsep normatif. Dimana setiap jenis ketidakberesan kesehatan itu memiliki tanda-tanda dan gejala-gejala yang khas yang mengarah adanya gangguan psikopatologi yakni ketidaknyamanan dan gangguan fungsi dalam kehidupan sehari-hari." tambah kepala SMF Jiwa (psikiatri) RSI Sultan Agung Semarang.
|
|
Cegah ketulian dengan audiometri |
|
|
|
Saturday, 28 January 2012 12:35 |
|

Dalam beberapa artikel sebelumnya, diwebsite ini, telah ditulis bahaya penggunaan earphone dan keseringan menonton konser musik rock. Penggunaan earphone yang terlalu sering dapat menyebabkan kerusakan atau perubahan pendengaran secara sementara bahkan permanen. Bila selama ini sudah terlanjur menggunakan earphone dalam waktu yang lama, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan awal dengan menggunakan alat audiometri.
"Audiometri adalah peralatan elektronik untuk menguji pendengaran.dan mengukur ketajaman pendengaran. Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur ambang pendengaran. Audiometi dibagi menjadi dua, yaitu audiometri nada murni dan Audiometri tutur." jelas dr Agung Sulistyanto, Sp.THT, salah seorang dokter poli THT RSI SA. Dilanjutkan oleh dr Agung, audiometri berfungsi untuk mengecek tingkat ketajaman pendengaran dapat dilakukan secara tepat, cepat dan akurat.
Di RSI Sultan Agung saat ini telah memiliki dua jenis audiometri. Yakni audiometri nada murni dan tutur. Audiometri nada murni adalah tes dasar untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pendengaran. Pada tahap ini, penderita akan dites dengan didengarkan nada murni dengan frekuensi yang berbeda-beda melalui ear phone. Intensitas nada berangsur-angsur dikurangi sampai ambang dengar.
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |